Menegosiasikan Ikhtilaf di Era Digital : Perbandingan Madzhab Fiqih Sebagai Basis Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.67008/1gp53973Keywords:
Era Digital; Fikih Perbandingan; Ikhtikaf Madzhab; Pendidikan Islam; Moderasi BeragamaAbstract
Perkembangan era digital telah membawa transformasi signifikan dalam praktik pendidikan Islam di Indonesia, termasuk dalam cara memahami, menyebarkan, dan mempraktikkan fikih. Di tengah arus informasi keagamaan yang masif dan sering kali bersifat parsial, perbedaan mazhab (ikhtilaf) kerap dipersepsikan secara simplistik dan berpotensi memicu sikap keagamaan yang eksklusif. Padahal, tradisi perbandingan mazhab dalam khazanah fikih klasik justru merepresentasikan nalar keislaman yang moderat, dialogis, dan berorientasi pada kemaslahatan. Meskipun kajian tentang moderasi beragama dan pendidikan Islam telah banyak dilakukan, penelitian yang secara normatif dan konseptual menempatkan fikih perbandingan mazhab sebagai basis pedagogis moderasi beragama di era digital masih relatif terbatas. Research gap inilah yang menjadi pijakan utama artikel ini. Novelty penelitian terletak pada upaya merekonstruksi ikhtilaf mazhab bukan sekadar sebagai perbedaan hukum, melainkan sebagai instrumen epistemologis dan pedagogis dalam penguatan moderasi beragama di pendidikan Islam Indonesia. Rumusan masalah penelitian ini meliputi pertama bagaimana perbandingan mazhab fikih dapat dikonstruksikan sebagai basis moderasi beragama dalam pendidikan Islam di era digital; dan kedua bagaimana implikasi pendekatan tersebut terhadap penguatan sikap keagamaan yang inklusif di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dan pendidikan Islam normatif dengan pendekatan konseptual dan kajian pustaka terhadap literatur fikih perbandingan mazhab klasik dan kontemporer serta diskursus moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi fikih perbandingan mazhab dalam kurikulum dan praksis pendidikan Islam mampu membangun nalar keberagamaan yang toleran, kritis, dan adaptif terhadap realitas digital, sekaligus memperkuat moderasi beragama sebagai agenda strategis pendidikan Islam di Indonesia.
References
Abdullah, Muhammad Amin. “Religion, Science, and Culture: An Integrated, Interconnected Paradigm of Science.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 52, no. 1 (2014): 175–203. https://doi.org/10.14421/ajis.2014.521.175-203
Adiyono, Adiyono, dan Makherus Sholeh. “Can Fiqh Al-Ijtima‘Iyah Redefine Islamic Education in Indonesia? A Prisma Review of Social Values in Curriculum Reform (2017–2024).” Australian Journal of Islamic Studies 10, no. 3 (2025): e101– e101. https://doi.org/10.55831/ajis.v10i3.805
Ahmed, Rumee, Idris Nassery, dan Muna Tatari. The Objectives of Islamic Law: The Promises and Challenges of the Maqasid al-Shari’a. Bloomsbury Publishing PLC, 2020.
Al-Farochi, Mohammad Naufal, Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi, dan Masfufah. “Strategi Membangun Moderasi Beragama Pada Pengajaran Fikih Dalam Materi Toleransi Antarmazhab (Studi Kasus Di MAN Sidoarjo).” Realita: Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam 23, no. 1 (2025): 223–38. https://doi.org/10.30762/realita.v23i1.569
Amrullah Hayatudin, S. H. I. 2021. Ushul fiqh: jalan tengah memahami Hukum Islam. Amzah (Bumi Aksara),
Arifzapni, Fuji, Khadijah, Widya Sari, dan Amal Syahidin. “IJTIHAD DAN MAZHAB FIKIH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER: STUDI KEPUSTAKAAN TENTANG SUMBER HUKUM ISLAM DAN STRATEGI PEMBELAJARANNYA DI SEKOLAH.” Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10, no. 04 (2025): 699–714. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.38472
Arikunto, Suharsimi. “Pendekatan Penelitian.” Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1998.
Auda, Jasser. 2022. Maqasid al-Shari’ah as Philosophy of Islamic Law. International Institute of Islamic Thought (IIIT).
Bandur, Hironimus. 2019. Moderasi Beragama: Katolisitas dan Lokalitas. PT Kanisius, t.t. Creswell, John W. Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Pustaka Pelajar.
Creswell, John W. 2014. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE.
Dahlan, Moh. 2013. Paradigma ushul fiqh multikultural Gus Dur. IAIN Bengkulu Press bekerja sama dengan Kaukaba Dipantara.
Effendi, Satria. 2008.Ushul fiqh. Kencana Prenada Media Group.
Fahri, Mohamad, dan Ahmad Zainuri. “Moderasi beragama di Indonesia.” Intizar 25, no. 2 (2019): 95–100. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/5640
Fajar, Muhammad, Muhammad Ilyas, dan Abu Aman Siddiq al-Ghafir. “MADZHAB FIQIH DI INDONESIA: Konstruksi Moderasi Beragama Dalam Perbedaan Pendapat Dan Aliran.” MAJEMUK Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 2 (2024): 98–113. https://doi.org/10.56013/mjk.v1i2.3130
Hallaq, Wael B. 2009. An introduction to Islamic law. Cambridge University Press.
Hanafi;, Muchlis M. 2022. Tafsir Tematik Moderasi Beragama. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Jakarta.
Hefni, Wildani. Fikih Moderasi Beragama: Humanisme Keberagamaan Dalam Nalar Kehidupan Kontemporer Di Indonesia. Disunting oleh Rizqa Ahmadi. LKiS Yogyakarta, 2021. http://digilib.uinkhas.ac.id/21154/
Huberman, Miles, dan Matthew B. Miles. 1992. “Analisis data kualitatif.” Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
Maehi, Emay Ahmad, Abdul Kosim, dan Tajuddin Nur. “Strategies For Developing Islamic Education To Strengthen Religious Moderation: A Case Study Of The Ministry Of Religious Affairs In Karawang Regency.” IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) 7, no. 1 (2025): 221–35. https://doi.org/10.37567/ijgie.v7i1.4538
Moleong, Lexy J. Metodologi penelitian kualitatif edisi revisi. Remaja Rosdakarya, 2007. http://library.stik-ptik.ac.id/detail?id=7251&lokasi=lokal
Rofiah, Chusnul, dan Burhan Bungin. “Qualitative methods: simple research with triangulation theory design.” Develop 5, no. 1 (2021): 18–28.
Rohman, Dudung Abdul. MODERASI BERAGAMA Dalam Bingkai Keislaman Di Indonesia. Lekkas, 2021.
Salendra, I. Wayan. “Religious Moderation in Digital Media Discourse: A Study of the Nu.or.Id Portal from the Perspective of Communicative Rationality.” Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya 9, no. 2 (2024): 200–220. https://doi.org/10.25217/jf.v9i2.4954
Sulthon, M., Imam Syafi’i, dan Auliya Ghazna Nizami. “Contemporary Fiqh in Indonesia: The Dynamics of Istinbat al-Aḥkām at Ma’had Aly Salafiyah Shafi’iyah Sukorejo Situbondo.” AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah 24, no. 1 (2024): 119–34. https://doi.org/10.15408/ajis.v24i1.32174.
Surat Al-Anfal Ayat 46: Arab, Latin, Terjemah Dan Tafsir Lengkap | Quran NU Online. Diakses 3 Januari 2026. https://quran.nu.or.id/al-anfal/46.
Surat Hud Ayat 118: Arab, Latin, Terjemah Dan Tafsir Lengkap | Quran NU Online. Diakses 3 Januari 2026. https://quran.nu.or.id/hud/118.
Tarsyidah, Rita, Roni Nugraha, dan Anie Rohaeni. “Strategi Pedagogis Mengatasi Bias Mazhab Dalam Pendidikan Fikih: Bukti Dari Madrasah Tsanawiyah Indonesia.” JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan 5, no. 6 (2025). https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v5i6.884
Zahra, Naila Yaquta, Adelina Ristanti, Kamalia Maya Sari, dan Sidik Badru Tamam. “Kontribusi Pemikiran Mazhab Fikih Terhadap Pengembangan Nilai-Nilai Toleransi Dan Moderasi Dalam Pendidikan Agama Islam.” Advances In Education Journal 2, no. 3 (2025): 1564–71.
Zuhur, Sherifa. Review of Review of Speaking in God’s Name: Islamic Law, Authority and Women, oleh Khaled Abou El Fadl. The Arab Studies Journal 10/11, no. 2/1 (2002): 203–5. https://www.jstor.org/stable/27933859